Contact Form

 

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA


SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA


Sistem basis data merupakan salah satu elemen  penyusun  yang  sangat penting dalam menunjang keberhasilan sistem informasi manajemen.   Semakin  lengkap, akurat dan   mudah   dalam     menampilkan  kembali  data  yang termuat dalam  sistem  basis data maka akan semakin  meningkatkan  kualitas  sistem informasi manajemen tersebut. 
Basis data (database) memiliki peran  yang sangat  penting dalam perusahaan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat  berkat data yang mendasarinya telah disimpan dalam basis data.    Sebagai contoh,  mekanisme pengambilan   uang  pada    mesin   ATM   sesungguhnya  didasarkan pada pengambilan keputusan yang didasarkan pada basis data. Pertama, sistem akan   memvalidasi  keabsahan    pemilik kartu   dengan memeriksa password   yang diberikan oleh orang  tersebut. Dalam hal ini,  password yang diketikkan akan dicocokkan dengan   password   pada   basis   data.  Jika sama, langkah berikutnya akan dilaksanakan, yaitu memeriksa saldo uang yang tercatat di basis data terhadap jumlah uang yang diambil. Jika memenuhi syarat, uang akan dikeluarkan oleh mesin.
1.         Konsep  Basis Data  Dan  Sistem Basis Data
Basis data adalah  suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Dari  pengertian tersebut dapat disimpulkan  bahwa  basis data (database ) mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
a.       Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
b.      Dapat  digunakan oleh beberapa program   aplikasi  tanpa perlu mengubah basis  datanya.
c.       Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
d.      Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru  secara mudah.
e.       Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
Dari beberapa kriteria tersebut, nampak adanya perbedaan secara nyata antara file yang berbasis data dan file konvensional yang lebih bersifat program oriented, yaitu hanya dapat digunakan oleh satu program aplikasi, hanya berhubungan dengan suatu persoalan tertentu untuk sistem yang direncanakan , perkembangan data hanya mungkin terjadi hanya pada volume data saja,  kerangkapan data tidak terkontrol.
Pemanfaatan basis data :

a.                Sebagai  salah  satu  komponen penting dalam sistem informasi, karena
merupakan dasar dalam menyediakan informasi 
b.               Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat waktu dan relevan.
c.                Mengurangi duplikasi data (data redundancy)
d.               Hubungan data dapat ditingkatkan  
e.                Manipulasi terhadap data dengan cepat dan mudah
f.                Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan
            Selanjutnya sistim basis data  merupakan  sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama. Personal-personal yang merancang dan mengelola basis data serta  sistim komputer untuk mendukungnya. Dengan demikian  sistem basis data mempunyai beberapa elemen penting yaitu basis data sebagai  inti dari sistem basis data, perangkat lunak  untuk mengelola basis data , perangkat keras sebagai pendukung operasi   pengolahan data,  serta manusia yang mempunyai peranan penting  dalam  sistem tersebut.
Terdapat  beberapa hal yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data, yaitu hal-hal berhubungan dengan masalah kerangkapan data (data redudancy),  inkonsistensi data (data inconsistency), data terisolasi, keamanan data dan integritas data.
a.      Data Redudancy,  yaitu penyimpanan  item data yang sama  lebih dari satu lokasi fisik. Umumnya  suatu data tertentu hanya disimpan  pada satu file  tetapi  dapat dihubungkan dengan data pada file yang lain.  Kerangkapan data perlu dihindari dalam penyusunan file database  karena akan mengakibatkan pemborosan  penggunaan media penyimpan dan  memungkinkan terjadinya ketidak konsistenan data.
b.      Data Inconsistency,  yaitu munculnya data yang tidak konsisten  pada area yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama.  Ketidak konsistenan ini mungkin terjadi akibat kesalahan dalam pemasukan data (data entry),  yaitu proses  meng-upate data, tetapi akibatnya muncul data yang tidak konsisten.
c.       Data Terisolasi,  hal ini disebabkan oleh pemakian  beberapa file basis data.  Program  aplikasi  yang  digunakan  tidak  dapat mengakses file tertentu dalam  sistem  basis data tersebut. Data terisolasi ini harus dihindari karena akan mengakibatkan data atau informasi yang dihailkan kurang lrngkap atau kurang akurat.
d.      Security Problem, hal ini berhubungan dengan masalah keamanan  data dalam sistem basis data.  Pada prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai tertentu yang mempunyai wewenang untuk  mengaksesnya.  Pembatasan ini dikendalikan secara intern dalam program aplikasi yang digunakan.  Teknik yang bisa digunakan adalah dengan pemakaian password, baik pada awal proses maupun  password berlapis yang diberikan pada awal  setiap proses.  Sedangkan untuk melindungi data dari kerusakan  biasanya dapat dibuat back up data.
e.       Integrity  Problem,  hal ini berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan kendali  pada semua bagian sistem  sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian yang penuh.


sumber: embah google



 

Total comment

Author

Herry Heryadi

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA


SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA


Sistem basis data merupakan salah satu elemen  penyusun  yang  sangat penting dalam menunjang keberhasilan sistem informasi manajemen.   Semakin  lengkap, akurat dan   mudah   dalam     menampilkan  kembali  data  yang termuat dalam  sistem  basis data maka akan semakin  meningkatkan  kualitas  sistem informasi manajemen tersebut. 
Basis data (database) memiliki peran  yang sangat  penting dalam perusahaan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat  berkat data yang mendasarinya telah disimpan dalam basis data.    Sebagai contoh,  mekanisme pengambilan   uang  pada    mesin   ATM   sesungguhnya  didasarkan pada pengambilan keputusan yang didasarkan pada basis data. Pertama, sistem akan   memvalidasi  keabsahan    pemilik kartu   dengan memeriksa password   yang diberikan oleh orang  tersebut. Dalam hal ini,  password yang diketikkan akan dicocokkan dengan   password   pada   basis   data.  Jika sama, langkah berikutnya akan dilaksanakan, yaitu memeriksa saldo uang yang tercatat di basis data terhadap jumlah uang yang diambil. Jika memenuhi syarat, uang akan dikeluarkan oleh mesin.
1.         Konsep  Basis Data  Dan  Sistem Basis Data
Basis data adalah  suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Dari  pengertian tersebut dapat disimpulkan  bahwa  basis data (database ) mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
a.       Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
b.      Dapat  digunakan oleh beberapa program   aplikasi  tanpa perlu mengubah basis  datanya.
c.       Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
d.      Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru  secara mudah.
e.       Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
Dari beberapa kriteria tersebut, nampak adanya perbedaan secara nyata antara file yang berbasis data dan file konvensional yang lebih bersifat program oriented, yaitu hanya dapat digunakan oleh satu program aplikasi, hanya berhubungan dengan suatu persoalan tertentu untuk sistem yang direncanakan , perkembangan data hanya mungkin terjadi hanya pada volume data saja,  kerangkapan data tidak terkontrol.
Pemanfaatan basis data :

a.                Sebagai  salah  satu  komponen penting dalam sistem informasi, karena
merupakan dasar dalam menyediakan informasi 
b.               Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat waktu dan relevan.
c.                Mengurangi duplikasi data (data redundancy)
d.               Hubungan data dapat ditingkatkan  
e.                Manipulasi terhadap data dengan cepat dan mudah
f.                Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan
            Selanjutnya sistim basis data  merupakan  sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama. Personal-personal yang merancang dan mengelola basis data serta  sistim komputer untuk mendukungnya. Dengan demikian  sistem basis data mempunyai beberapa elemen penting yaitu basis data sebagai  inti dari sistem basis data, perangkat lunak  untuk mengelola basis data , perangkat keras sebagai pendukung operasi   pengolahan data,  serta manusia yang mempunyai peranan penting  dalam  sistem tersebut.
Terdapat  beberapa hal yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data, yaitu hal-hal berhubungan dengan masalah kerangkapan data (data redudancy),  inkonsistensi data (data inconsistency), data terisolasi, keamanan data dan integritas data.
a.      Data Redudancy,  yaitu penyimpanan  item data yang sama  lebih dari satu lokasi fisik. Umumnya  suatu data tertentu hanya disimpan  pada satu file  tetapi  dapat dihubungkan dengan data pada file yang lain.  Kerangkapan data perlu dihindari dalam penyusunan file database  karena akan mengakibatkan pemborosan  penggunaan media penyimpan dan  memungkinkan terjadinya ketidak konsistenan data.
b.      Data Inconsistency,  yaitu munculnya data yang tidak konsisten  pada area yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama.  Ketidak konsistenan ini mungkin terjadi akibat kesalahan dalam pemasukan data (data entry),  yaitu proses  meng-upate data, tetapi akibatnya muncul data yang tidak konsisten.
c.       Data Terisolasi,  hal ini disebabkan oleh pemakian  beberapa file basis data.  Program  aplikasi  yang  digunakan  tidak  dapat mengakses file tertentu dalam  sistem  basis data tersebut. Data terisolasi ini harus dihindari karena akan mengakibatkan data atau informasi yang dihailkan kurang lrngkap atau kurang akurat.
d.      Security Problem, hal ini berhubungan dengan masalah keamanan  data dalam sistem basis data.  Pada prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai tertentu yang mempunyai wewenang untuk  mengaksesnya.  Pembatasan ini dikendalikan secara intern dalam program aplikasi yang digunakan.  Teknik yang bisa digunakan adalah dengan pemakaian password, baik pada awal proses maupun  password berlapis yang diberikan pada awal  setiap proses.  Sedangkan untuk melindungi data dari kerusakan  biasanya dapat dibuat back up data.
e.       Integrity  Problem,  hal ini berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan kendali  pada semua bagian sistem  sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian yang penuh.


sumber: embah google



 

Labels

Blogger templates

Poll

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers